Daerah yang kaya tidak berarti rakyatnya secara otomatis sejahtera. Kabupaten Banggai adalah salah satu kabupaten yang dianugerahi kekayaan alam yang sangat melimpah. Termasuk didalamnya adalah gas alam yang ada di blok Donggi dan Senoro, dengan total cadangan gas diperkirakan sebesar 1,45 triliun kaki kubik. Namun data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banggai menyebutkan bahwa ditahun 2015, jumlah Kepala Keluarga (KK) miskin mencapai 9831 KK, atau 33464 jiwa. Dengan batas Garis Kemiskinan (GK) hanya Rp.287,513,- per kapita per bulan, jumlah penduduk miskin mencapai 33.800 jiwa, atau sekitar 9,81% . Bila batas garis kemiskinan tersebut lebih tinggi lagi, tentu angka dan persentase jumlah penduduk miskin juga akan lebih tinggi lagi.

Adalah suatu tantangan besar di Kabupaten Banggai untuk menjadikan kekayaan alam tersebut sebagai sumber kesejahteraan bagi warganya. Salah satu upaya awal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan warga adalah dengan mengidentifikasi potensi ekonomi desa. Untuk bisa dianggap sebagai potensi ekonomi desa, kekayaan alam yang dimaksud harus berada di desa, dikuasai oleh warga dan desa, dan terhubung kebutuhan pasar.

Untuk saat ini, ada 7 (tujuh) desa yang dikaji, yaitu desa yang ber lokasi di Ring I PT. DSLNG, yang terdiri dari Desa Koyoan dan Desa Sayambongin di Kecamatan Nambo; Desa Babang Buyangge, Desa Manyula dan Desa Solan di Kecamatan Kintom; serta Desa Uso dan Desa Ondo Ondolu di Kecamatan Batui; Kabupaten Banggai, Propinsi Sulawesi Tengah.

Categories: Uncategorised