Is this the state that we created?

Pertanyaan ini muncul dilatarbelakangi oleh banyaknya permasalahan yang dihadapi bangsa ini. Setiap hari surat kabar, berita Televisi dan media online, dan juga “timeline” media sosial kita selalu dipenuhi berbagai berita negatif, berita provokatif, kabar burung dan hoax. Pertarungan kotor politik elektoral telah merembes dan mengotori kehidupan bermasyarakat kita, tidak hanya disaat menjelang pemilu, bahkan setiap hari, setiap saat. Semua hal dipolitisasi. Ditataran masyarakat bawah, setiap hari harus bergelut dengan sulitnya kehidupan. Hampir tidak ada yang tidak mengeluh. Entah harga kebutuhan sehari hari makin tinggi, entah pekerjaan makin sulit, entah penghasilan makin kecil, entah rumah makin tidak terjangkau, dan lain sebagainya.

Sepertinya keadaan saat ini bukan keadaan seperti yang para pendahulu bangsa dan pendiri negara ini bayangkan pada saat mereka menggagas negara ini. Mereka membayangkan negara ini, Negara Indonesia, sebagai negara “yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur”. Dimana Pemerintah Negara Indonesia selalu ada untuk “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”.

Tanpa bermaksud menyalahkan siapapun, adalah sebuah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri bahwa keadaan masa kini adalah produk masa lalu. Dan ini artinya, kita yang ada saat ini, tindakan kita saat ini adalah masa depan kita dan keturunan kita. Tindakan kita saat ini menentukan masa depan bangsa dan negara kita.

Kita ingin bahwa keberadaan dan tindakan kita saat ini akan membantu mewujudkan gagasan, cita-cita dan mimpi para pendahulu kita. Tapi tentu saja untuk itu tidak mudah. Kita harus menyelesaikan banyak pekerjaan rumah yang belum tuntas diselesaikan. Menyapu bersih sampah yang masih berserakan. Korupsi masih merajalela. Ketimpangan makin lebar. Kebodohan dimana-mana. Sementara pemerintah seperti kebingungan, tidak tahu mana yang harus diselesaikan. Semua serba mendesak. Semua harus segera diselesaikan. Yang mana dulu yang harus diprioritaskan untuk diselesaikan?

Pertanyaan ini lah yang ingin kita jawab melalui peta-jalan/roadmap penelitian oleh iRDev.

Mudah mudahan dimasa depan nanti, kita akan kembali bertanya, is this the state that we created?…Tentu saja kita bertanya bukan karena melihat berbagai kekacauan dan kerusakan, tapi kita bertanya karena melihat hasil tindakan kita saat ini yang membuahkan keadilan dan kemakmuran disepenjuru negeri yang merdeka, bersatu dan berdaulat.